PETUALANGAN
DI PULAU SURAM
Data
Buku
Judul
: Petualangan di Pulau Suram
Penulis
: Enid Blyton
Penerbit
: PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan
: Keempat, Juni 2012
Tebal
buku : 336 halaman
ISBN
: 978-979-22-7738-8
Mungkin
musim liburan tahun ini bukanlah musim liburan terbaik bagi Philip Mannering.
Bagaimana tidak, di saat anak-anak lain bersenang-senang dan bersantai, ia
harus memeras otak dengan mempelajari ilmu bumi, aljabar, dan
pelajaran-pelajaran lain.
Selama
musim liburan, Philip harus tinggal di rumah salah seorang gurunya, karena pada
tahun ajaran ini, Philip terkena penyakit jengkering dan kemudian disusul
dengan penyakit cacar air, yang menyebabkannya ketinggalan pelajaran. ia pun
harus menghabiskan masa liburan di rumah gurunya.
Tetapi
hal inilah yang mempertemukan Philip dengan Jack Trent dan adiknya, Lucy-Ann,
serta kakaktua peliharaan Jack yang bernama Kiki.
Jack
dan Lucy-Ann dikisahkan sebagai anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal
dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang. Mereka bersekolah di sekolah
berasrama, dan mereka tinggal bersama paman mereka tiap musim liburan. Kedua
anak itu tidak menyukai paman mereka, karena selain membosankan, paman mereka
juga pemarah. Tapi keduanya tidak harus tinggal bersama sang paman di musim
liburan ini, karena Jack perlu menerima pelajaran tambahan di rumah Pak Guru
Roy.
Sementara
itu Philip adalah anak yatim, meskipun begitu hidupnya masih lebih beruntung
daripada Jack dan Lucy-Ann. Setiap masa liburan Philip tinggal bersama adiknya,
Dinah, di rumah Bibi Polly di Craggy Tops, nama daerah di pesisir pantai. Ibu
mereka tinggal berjauhan dari mereka untuk mencari nafkah demi membiayai
sekolah Philip dan Dinah.
Petualangan
dimulai saat Jack dan Lucy-Ann tidak bisa pulang ke rumah paman mereka disebabkan
karena paman mereka tersebut mengalami kecelakaan dan kakinya patah, sehingga
ia sudah tidak sanggup lagi mengurus anak-anak. Tapi rupanya Jack serta
Lucy-Ann memiliki ide yang sangat bagus. Mereka akan ikut bersama Philip ke
Craggy Tops, tentu saja tanpa sepengetahuan Pak Roy.
Setelah
belajar beberapa minggu di tempat Pak Roy, Philip pun diperbolehkan pulang. Jack
dan Lucy-Ann ikut serta, dengan alasan mereka ingin mengantar Philip ke stasiun
kereta, tentu saja alasan tersebut hanya alasan yang dibuat-buat.
Beruntung
bagi Jack serta Lucy-Ann, Bibi Polly, bibi Philip serta Dinah bersedia
menampung keduanya karena banyaknya uang yang akan diberikan oleh paman Jack
dan Lucy apabila ia bersedia mengurus kedua anak tersebut.
Semua
yang ada di Craggy Tops menyenangkan bagi anak-anak, namun sayangnya keasyikan
anak-anak tersebut selalu terganggu oleh Jo-Jo. Jo-Jo adalah orang yang bekerja
membantu Bibi Polly mengerjakan pekerjaan rumah. Penulis menggambarkan karakter
Jo-Jo sebagai seorang yang misterius, pemarah, bertampang masam, suka merusak
kesenangan anak-anak, dan percaya dengan hal-hal mistis. Dialah yang selalu
melarang anak-anak berjalan-jalan mengelilingi pesisir pantai, atau melancong
ke Pulau Suram. Pulau Suram adalah sebuah pulau yang letaknya sangat dekat dari
Craggy Tops. Jo-Jo selalu menakuti anak-anak dengan bercerita bahwa Pulau Suram
bisa membawa kesialan dan di sana banyak makhluk halus yang disebutnya sebagai
‘macam-macam’. Bahkan ia juga selalu membuntuti anak-anak kemana pun mereka pergi.
Tetapi
keempat remaja tersebut tak pernah menghiraukan ancaman, cerita, serta
peringatan Jo-Jo. Mereka tetap saja melancong menyusuri pesisir pantai. Dan
perlahan-lahan mereka berempat mulai menemukan berbagai penemuan mengejutkan,
hebat, sekaligus misterius.
Mulai
dari lorong di gua, cahaya berkedap-kedip dari Pulau Suram, hingga pertemuan
mereka dengan seorang pria bernama Bill Smugs yang mengaku seorang ahli
ornitologi yang hendak mengamati kehidupan burung.
Dan
petualangan semakin menegangkan saat keempat remaja tersebut nekat menggunakan
perahu Jo-Jo –tentu saja tanpa seizin Jo-Jo- untuk pergi ke Pulau Suram. Di
sana lebih banyak lagi rahasia yang dapat mereka ketahui, bahkan karena
kenekatan mereka tersebut, mereka sampai tertawan oleh penjahat, yang tahu-tahu
sedang melaksanakan proyek misteri di Pulau Suram!
Bagaimanakah
nasib Philip, Jack, Dinah, dan Lucy-Ann? Apakah kamu sudah penasaran? :D
Yang patut diacungi jempol dari buku
ini adalah, penokohannya yang kuat. Enid menggambarkan setiap tokohnya dengan
baik dan jelas, mulai dari tampangnya, wataknya, bahkan setiap tokoh memiliki
ciri khas tersendiri yang selalu ditonjolkan di sepanjang cerita, misalnya Kiki
yang cerewet, atau Philip yang pecinta binatang.
Penokohan yang kuat sangat mendukung alur
cerita yang dibuat menegangkan dan penuh misteri. Pembaca akan merasa
seakan-akan ikut merasakan petualangan yang dialami tokoh dalam cerita. Kamu
akan dibuat tak bisa berhenti membaca hingga halaman terakhir, dan yang
terpenting, Enid selalu menyelesaikan semua konflik dalam novel ini dengan
penyelesaian yang tak terduga.
Sayangnya di dalam novel ini banyak sekali
kata-kata umpatan yang kasar, terutama saat Philip berkelahi dengan Dinah. Aku juga tidak
tahu bagaimana kata-kata tersebut dalam versi aslinya yang berbahasa Inggris,
karena novel Petualangan di Pulau Suram ini merupakan novel terjemahan dari
versi aslinya yang berjudul The Island Of Adventure. Sebenarnya tidak ada larangan untuk membaca novel ini, asalkan kita pandai menyeleksi kata-kata yang ada di dalam buku ini. Kecuali itu, menurutku, buku Petualangan di Pulau Suram adalah buku yang sangat bagus dan menarik, layak dijadikan koleksi di perpustakaan pribadi teman-teman pembaca...
*Note: Petualangan di Pulau Suram bukan novel bergenre horor, tapi bergenre fiksi petualangan
Selamat
membaca! J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar