Sabtu, 20 September 2014

Udah Putusin Aja!

UDAH PUTUSIN AJA!
Data buku
Judul : Udah Putusin Aja!
Penulis : Felix Y. Siauw
Penerbit : Penerbit Mizania, PT Mizan Pustaka
Terbit : Cetakan I, Februari 2013 ; Cetakan II, Maret 2013
Tebal buku : 180 halaman
ISBN : 978-602-9255-43-0

Cinta adalah karunia dan pemberian Tuhan yang suci. Namun, di zaman ini, cinta disempitkan artinya hanya sebagai sekuntum mawar dan sebungkus cokelat, atau yang biasa disebut pacaran.
Fakta yang bisa didapatkan sekarang ini adalah, pacaran hanya dijadikan sebagai sarana untuk mengumbar hawa nafsu dan merenggut kehormatan wanita. Jika hal ini sudah terjadi, laki-laki biasanya langsung berlepas tangan dari semua yang telah terjadi. Akibatnya, wanitalah yang menanggung malu dan rasa penyesalan seumur hidup. Sementara itu sang laki-laki pergi, meninggalkan semua janji yang pernah dibuatnya, dan mencari korban-korban selanjutnya. Tak heran apabila pacaran diharamkan dalam Islam.
Tapi yang anehnya, budaya pacaran tak pernah bisa hilang dari kaum remaja di zaman modernsasi ini. Para pelaku pacaran berdalih, bahwa pacaran adalah sarana pendekatan untuk menuju pernikahan. Namun nyatanya, sebagian besar pelaku pacaran justru adalah orang-orang yang belum siap untuk menikah. Mereka masih berpacaran dengan menggunakan dana orangtua.
Terus, bagaimana cara kita lebih mengenal orang yang akan kita nikahi, kalau tidak dengan cara pacaran?
Sesuai judulnya, buku ini benar-benar mengajak kita untuk ‘putusin’ pacar kita dan meninggalkan segala maksiat. Penjelasan dalam buku ini benar-benar lengkap, mulai dari definisi cinta yang sebenarnya, sisi-sisi gelap pacaran beserta pelakunya, hingga cara untuk move on bagi yang sudah berhasil memutuskan pacarnya. Bahkan ada juga tips bagi yang sudah siap untuk menikah.
Ilustrasi yang menarik dan segar juga sangat mendukung materi yang diangkat dalam buku ini, sehingga para pembaca, khususnya remaja, tidak bosan membacanya. Kelebihannya lagi, buku ini juga mengulas berbagai permasalahan mengenai pacaran dari dua sudut pandang, yaitu wanita dan lelaki.
Nah, apakah kalian sudah siap untuk memutuskan pacar kalian? ;)



Selasa, 16 September 2014

SERIAL PETUALANGAN #1 : Petualangan di Pulau Suram

PETUALANGAN DI PULAU SURAM
Data Buku
Judul : Petualangan di Pulau Suram
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Keempat, Juni 2012
Tebal buku : 336 halaman
ISBN : 978-979-22-7738-8

Mungkin musim liburan tahun ini bukanlah musim liburan terbaik bagi Philip Mannering. Bagaimana tidak, di saat anak-anak lain bersenang-senang dan bersantai, ia harus memeras otak dengan mempelajari ilmu bumi, aljabar, dan pelajaran-pelajaran lain.
Selama musim liburan, Philip harus tinggal di rumah salah seorang gurunya, karena pada tahun ajaran ini, Philip terkena penyakit jengkering dan kemudian disusul dengan penyakit cacar air, yang menyebabkannya ketinggalan pelajaran. ia pun harus menghabiskan masa liburan di rumah gurunya.
Tetapi hal inilah yang mempertemukan Philip dengan Jack Trent dan adiknya, Lucy-Ann, serta kakaktua peliharaan Jack yang bernama Kiki.
Jack dan Lucy-Ann dikisahkan sebagai anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang. Mereka bersekolah di sekolah berasrama, dan mereka tinggal bersama paman mereka tiap musim liburan. Kedua anak itu tidak menyukai paman mereka, karena selain membosankan, paman mereka juga pemarah. Tapi keduanya tidak harus tinggal bersama sang paman di musim liburan ini, karena Jack perlu menerima pelajaran tambahan di rumah Pak Guru Roy.
Sementara itu Philip adalah anak yatim, meskipun begitu hidupnya masih lebih beruntung daripada Jack dan Lucy-Ann. Setiap masa liburan Philip tinggal bersama adiknya, Dinah, di rumah Bibi Polly di Craggy Tops, nama daerah di pesisir pantai. Ibu mereka tinggal berjauhan dari mereka untuk mencari nafkah demi membiayai sekolah Philip dan Dinah.
Petualangan dimulai saat Jack dan Lucy-Ann tidak bisa pulang ke rumah paman mereka disebabkan karena paman mereka tersebut mengalami kecelakaan dan kakinya patah, sehingga ia sudah tidak sanggup lagi mengurus anak-anak. Tapi rupanya Jack serta Lucy-Ann memiliki ide yang sangat bagus. Mereka akan ikut bersama Philip ke Craggy Tops, tentu saja tanpa sepengetahuan Pak Roy.
Setelah belajar beberapa minggu di tempat Pak Roy, Philip pun diperbolehkan pulang. Jack dan Lucy-Ann ikut serta, dengan alasan mereka ingin mengantar Philip ke stasiun kereta, tentu saja alasan tersebut hanya alasan yang dibuat-buat.
Beruntung bagi Jack serta Lucy-Ann, Bibi Polly, bibi Philip serta Dinah bersedia menampung keduanya karena banyaknya uang yang akan diberikan oleh paman Jack dan Lucy apabila ia bersedia mengurus kedua anak tersebut.
Semua yang ada di Craggy Tops menyenangkan bagi anak-anak, namun sayangnya keasyikan anak-anak tersebut selalu terganggu oleh Jo-Jo. Jo-Jo adalah orang yang bekerja membantu Bibi Polly mengerjakan pekerjaan rumah. Penulis menggambarkan karakter Jo-Jo sebagai seorang yang misterius, pemarah, bertampang masam, suka merusak kesenangan anak-anak, dan percaya dengan hal-hal mistis. Dialah yang selalu melarang anak-anak berjalan-jalan mengelilingi pesisir pantai, atau melancong ke Pulau Suram. Pulau Suram adalah sebuah pulau yang letaknya sangat dekat dari Craggy Tops. Jo-Jo selalu menakuti anak-anak dengan bercerita bahwa Pulau Suram bisa membawa kesialan dan di sana banyak makhluk halus yang disebutnya sebagai ‘macam-macam’. Bahkan ia juga selalu membuntuti anak-anak kemana pun mereka pergi.
Tetapi keempat remaja tersebut tak pernah menghiraukan ancaman, cerita, serta peringatan Jo-Jo. Mereka tetap saja melancong menyusuri pesisir pantai. Dan perlahan-lahan mereka berempat mulai menemukan berbagai penemuan mengejutkan, hebat, sekaligus misterius.
Mulai dari lorong di gua, cahaya berkedap-kedip dari Pulau Suram, hingga pertemuan mereka dengan seorang pria bernama Bill Smugs yang mengaku seorang ahli ornitologi yang hendak mengamati kehidupan burung.
Dan petualangan semakin menegangkan saat keempat remaja tersebut nekat menggunakan perahu Jo-Jo –tentu saja tanpa seizin Jo-Jo- untuk pergi ke Pulau Suram. Di sana lebih banyak lagi rahasia yang dapat mereka ketahui, bahkan karena kenekatan mereka tersebut, mereka sampai tertawan oleh penjahat, yang tahu-tahu sedang melaksanakan proyek misteri di Pulau Suram!
Bagaimanakah nasib Philip, Jack, Dinah, dan Lucy-Ann? Apakah kamu sudah penasaran? :D
Yang patut diacungi jempol dari buku ini adalah, penokohannya yang kuat. Enid menggambarkan setiap tokohnya dengan baik dan jelas, mulai dari tampangnya, wataknya, bahkan setiap tokoh memiliki ciri khas tersendiri yang selalu ditonjolkan di sepanjang cerita, misalnya Kiki yang cerewet, atau Philip yang pecinta binatang.  
Penokohan yang kuat sangat mendukung alur cerita yang dibuat menegangkan dan penuh misteri. Pembaca akan merasa seakan-akan ikut merasakan petualangan yang dialami tokoh dalam cerita. Kamu akan dibuat tak bisa berhenti membaca hingga halaman terakhir, dan yang terpenting, Enid selalu menyelesaikan semua konflik dalam novel ini dengan penyelesaian yang tak terduga.
 Sayangnya di dalam novel ini banyak sekali kata-kata umpatan yang kasar, terutama saat Philip berkelahi dengan Dinah. Aku juga tidak tahu bagaimana kata-kata tersebut dalam versi aslinya yang berbahasa Inggris, karena novel Petualangan di Pulau Suram ini merupakan novel terjemahan dari versi aslinya yang berjudul The Island Of Adventure. Sebenarnya tidak ada larangan untuk membaca novel ini, asalkan kita pandai menyeleksi kata-kata yang ada di dalam buku ini. Kecuali itu, menurutku, buku Petualangan di Pulau Suram adalah buku yang sangat bagus dan menarik, layak dijadikan koleksi di perpustakaan pribadi teman-teman pembaca...
*Note: Petualangan di Pulau Suram bukan novel bergenre horor, tapi bergenre fiksi petualangan 
Selamat membaca! J