Tampilkan postingan dengan label Serial Petualangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial Petualangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

SERIAL PETUALANGAN #2 : Petualangan di Puri Rajawali

PETUALANGAN DI PURI RAJAWALI
Data Buku
Judul : Petualangan di Puri Rajawali
Penulis : Enid Blyton
Penerjemah : Agus Setiadi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Terbit : Cetakan II, Juni 1983; Cetakan III, November 2011
Tebal buku : 304 halaman
ISBN : 978-979-22-7678-7

Liburan kali ini, Philip, Jack, Dinah, dan Lucy-Ann tidak bisa pulang ke rumah mereka, sebab rumah mereka harus dicat serta dibersihkan. Oleh karena itu Bu Mannering menyewa sebuah rumah tetirah yang bernama Pondok Musim Bunga. Pondok Musim Bunga terletak di daerah perbukitan terpencil.
Anak-anak tak pernah memikirkan kemungkinan untuk mengalami petualangan seperti di Pulau Suram dulu. Mereka berpikir pengalaman seperti itu hanya bisa terjadi sekali seumur hidup. Tapi siapa sangka, sebuah petualangan menegangkan menanti mereka.
Bermula dari rasa penasaran Jack terhadap puri tua misterius –yang terkenal berbahaya- yang ada di salah satu bukit di sekitar Pondok Musim Bunga. Jack sangat yakin, ia bisa mengamati kehidupan burung rajawali di sana. Jack pun meminta izin kepada Bu Mannering agar diizinkan berjalan-jalan serta menginap di sana selama beberapa hari. Bu Mannering pun mengizinkan, dengan syarat, Jack harus sangat berhati-hati selama berada di puri.
Dalam petualangan mereka menuju puri, mereka ditemani oleh Tassie, seorang anak kaum pengembara, dan Button, anak rubah peliharaan Tassie. Tassie sangat banyak membantu dalam perjalanan, karena anak perempuan itu sudah sangat hafal dan paham daerah perbukitan. Tanpa bantuan Tassie, mereka tidak mungkin berhasil masuk ke dalam puri angker itu.
Awalnya semua berjalan baik-baik saja. Anak-anak mengira semua ruangan di puri kosong. Namun mereka mulai berubah pikiran saat melihat isyarat lampu senter dari menara puri, atau pompa air yang bersih tanpa debu. Bahkan mereka menemukan sebuah ruangan tersembunyi di bagian bawah puri!
Petualangan semakin menegangkan saat Dinah dan Lucy-Ann tertangkap oleh penjahat di puri. Ada juga pengalaman Philip yang bersembunyi di dalam baju zirah seharian, serta ulah kocak Kiki yang kembali mengoceh di malam hari, untuk menakut-nakuti para penjahat, membuat kisah yang dikarang oleh Enid Blyton ini semakin menarik untuk dibaca.

Kelemahan serta kelebihan buku ini, tidak jauh berbeda dengan buku pertama dari serial petualangan, yang berjudul Petualangan di Pulau Suram. Overall, this is a very good book!                                                                                                                                                                                                                

Selasa, 16 September 2014

SERIAL PETUALANGAN #1 : Petualangan di Pulau Suram

PETUALANGAN DI PULAU SURAM
Data Buku
Judul : Petualangan di Pulau Suram
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Keempat, Juni 2012
Tebal buku : 336 halaman
ISBN : 978-979-22-7738-8

Mungkin musim liburan tahun ini bukanlah musim liburan terbaik bagi Philip Mannering. Bagaimana tidak, di saat anak-anak lain bersenang-senang dan bersantai, ia harus memeras otak dengan mempelajari ilmu bumi, aljabar, dan pelajaran-pelajaran lain.
Selama musim liburan, Philip harus tinggal di rumah salah seorang gurunya, karena pada tahun ajaran ini, Philip terkena penyakit jengkering dan kemudian disusul dengan penyakit cacar air, yang menyebabkannya ketinggalan pelajaran. ia pun harus menghabiskan masa liburan di rumah gurunya.
Tetapi hal inilah yang mempertemukan Philip dengan Jack Trent dan adiknya, Lucy-Ann, serta kakaktua peliharaan Jack yang bernama Kiki.
Jack dan Lucy-Ann dikisahkan sebagai anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang. Mereka bersekolah di sekolah berasrama, dan mereka tinggal bersama paman mereka tiap musim liburan. Kedua anak itu tidak menyukai paman mereka, karena selain membosankan, paman mereka juga pemarah. Tapi keduanya tidak harus tinggal bersama sang paman di musim liburan ini, karena Jack perlu menerima pelajaran tambahan di rumah Pak Guru Roy.
Sementara itu Philip adalah anak yatim, meskipun begitu hidupnya masih lebih beruntung daripada Jack dan Lucy-Ann. Setiap masa liburan Philip tinggal bersama adiknya, Dinah, di rumah Bibi Polly di Craggy Tops, nama daerah di pesisir pantai. Ibu mereka tinggal berjauhan dari mereka untuk mencari nafkah demi membiayai sekolah Philip dan Dinah.
Petualangan dimulai saat Jack dan Lucy-Ann tidak bisa pulang ke rumah paman mereka disebabkan karena paman mereka tersebut mengalami kecelakaan dan kakinya patah, sehingga ia sudah tidak sanggup lagi mengurus anak-anak. Tapi rupanya Jack serta Lucy-Ann memiliki ide yang sangat bagus. Mereka akan ikut bersama Philip ke Craggy Tops, tentu saja tanpa sepengetahuan Pak Roy.
Setelah belajar beberapa minggu di tempat Pak Roy, Philip pun diperbolehkan pulang. Jack dan Lucy-Ann ikut serta, dengan alasan mereka ingin mengantar Philip ke stasiun kereta, tentu saja alasan tersebut hanya alasan yang dibuat-buat.
Beruntung bagi Jack serta Lucy-Ann, Bibi Polly, bibi Philip serta Dinah bersedia menampung keduanya karena banyaknya uang yang akan diberikan oleh paman Jack dan Lucy apabila ia bersedia mengurus kedua anak tersebut.
Semua yang ada di Craggy Tops menyenangkan bagi anak-anak, namun sayangnya keasyikan anak-anak tersebut selalu terganggu oleh Jo-Jo. Jo-Jo adalah orang yang bekerja membantu Bibi Polly mengerjakan pekerjaan rumah. Penulis menggambarkan karakter Jo-Jo sebagai seorang yang misterius, pemarah, bertampang masam, suka merusak kesenangan anak-anak, dan percaya dengan hal-hal mistis. Dialah yang selalu melarang anak-anak berjalan-jalan mengelilingi pesisir pantai, atau melancong ke Pulau Suram. Pulau Suram adalah sebuah pulau yang letaknya sangat dekat dari Craggy Tops. Jo-Jo selalu menakuti anak-anak dengan bercerita bahwa Pulau Suram bisa membawa kesialan dan di sana banyak makhluk halus yang disebutnya sebagai ‘macam-macam’. Bahkan ia juga selalu membuntuti anak-anak kemana pun mereka pergi.
Tetapi keempat remaja tersebut tak pernah menghiraukan ancaman, cerita, serta peringatan Jo-Jo. Mereka tetap saja melancong menyusuri pesisir pantai. Dan perlahan-lahan mereka berempat mulai menemukan berbagai penemuan mengejutkan, hebat, sekaligus misterius.
Mulai dari lorong di gua, cahaya berkedap-kedip dari Pulau Suram, hingga pertemuan mereka dengan seorang pria bernama Bill Smugs yang mengaku seorang ahli ornitologi yang hendak mengamati kehidupan burung.
Dan petualangan semakin menegangkan saat keempat remaja tersebut nekat menggunakan perahu Jo-Jo –tentu saja tanpa seizin Jo-Jo- untuk pergi ke Pulau Suram. Di sana lebih banyak lagi rahasia yang dapat mereka ketahui, bahkan karena kenekatan mereka tersebut, mereka sampai tertawan oleh penjahat, yang tahu-tahu sedang melaksanakan proyek misteri di Pulau Suram!
Bagaimanakah nasib Philip, Jack, Dinah, dan Lucy-Ann? Apakah kamu sudah penasaran? :D
Yang patut diacungi jempol dari buku ini adalah, penokohannya yang kuat. Enid menggambarkan setiap tokohnya dengan baik dan jelas, mulai dari tampangnya, wataknya, bahkan setiap tokoh memiliki ciri khas tersendiri yang selalu ditonjolkan di sepanjang cerita, misalnya Kiki yang cerewet, atau Philip yang pecinta binatang.  
Penokohan yang kuat sangat mendukung alur cerita yang dibuat menegangkan dan penuh misteri. Pembaca akan merasa seakan-akan ikut merasakan petualangan yang dialami tokoh dalam cerita. Kamu akan dibuat tak bisa berhenti membaca hingga halaman terakhir, dan yang terpenting, Enid selalu menyelesaikan semua konflik dalam novel ini dengan penyelesaian yang tak terduga.
 Sayangnya di dalam novel ini banyak sekali kata-kata umpatan yang kasar, terutama saat Philip berkelahi dengan Dinah. Aku juga tidak tahu bagaimana kata-kata tersebut dalam versi aslinya yang berbahasa Inggris, karena novel Petualangan di Pulau Suram ini merupakan novel terjemahan dari versi aslinya yang berjudul The Island Of Adventure. Sebenarnya tidak ada larangan untuk membaca novel ini, asalkan kita pandai menyeleksi kata-kata yang ada di dalam buku ini. Kecuali itu, menurutku, buku Petualangan di Pulau Suram adalah buku yang sangat bagus dan menarik, layak dijadikan koleksi di perpustakaan pribadi teman-teman pembaca...
*Note: Petualangan di Pulau Suram bukan novel bergenre horor, tapi bergenre fiksi petualangan 
Selamat membaca! J