Senin, 29 Desember 2014

Bidadari-Bidadari Surga

BIDADARI-BIDADARI SURGA

Data buku
Judul : Bidadari-Bidadari Surga
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Penerbit Republika, Jakarta
Tahun terbit : Cetakan XII, November 2012
Tebal buku : vii+367 halaman
ISBN : 978-979-1102-26-1

“Lais, kau bantu Mamakmu menjaga adik-adik hingga Babak pulang dari mencari kumbang-” Babak, (halaman 312).
Bidadari. Ya, mungkin satu kata itulah yang tepat digunakan untuk menggambarkan sosok Kak Laisa, tokoh utama dalam novel ini. Berhati mulia, rela mengorbankan apapun demi keempat adiknya. Meskipun dia tidak sedarah daging dengan keempat adiknya, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta.
Kak Laisa benar-benar tidak pernah melanggar janjinya kepada Babak. Dia terus melakukan pengorbanan demi pengorbanan untuk adiknya, karena pada kenyataannya, Babak tidak pernah kembali dari mencari kumbang.
Pengorbanannya ini tidak bisa dibilang main-main. Laisa rela berhenti sekolah, hanya demi adik-adiknya sekolah. Rela menerobos badai hujan di tengah malam, hanya untuk minta pertolongan untuk Yashinta yang sedang sakit. Rela menyembunyikan rasa sakit, demi tidak menangis di depan adik-adiknya. Bahkan Kak Laisa sanggup menggantikan Ikanuri dan Wibisana, saat keduanya hampir diterkam harimau Gunung Kendeng. Kak Laisa tidak pernah terlambat satu kali pun saat adik-adiknya membutuhkannya.
Kisah Kak Laisa dan keempat adiknya terus berlanjut, hingga mereka dewasa. Lagi-lagi, Kak Laisa ikhlas ‘dilintasi’ oleh adik-adiknya dalam urusan pernikahan, padahal di kampung mereka, hal ini dianggap aib dan tabu.
Setelah Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta telah hidup masing-masing, barulah Kak Laisa membutuhkan mereka berempat. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya dalam hidupnya. Dan mereka berempat sontak meninggalkan semua kegiatan dan agenda. Berburu dengan waktu, pulang ke Lembah Lahambay.
Penulis benar-benar berhasil mencampur adukkan perasaan pembaca. Banyak sekali bab yang membuat air mata para pembaca tak terbendung lagi. Penulis dengan apiknya merangkaikan tiap kejadian dengan alur maju-mundur, tanpa membuat pembaca kebingungan dengan urutan kisahnya. Alur ini juga yang menurutku membuat pembaca penasaran dan tak akan berhenti membaca sebelum mencapai halaman terakhir. Dan bagusnya lagi, Tere Liye mengakhiri kisah ini dengan sentuhan ending yang manis.
Mungkin novel ini akan lebih baik jika diberi daftar isi, karena jujur, saat membuat resensi ini, aku agak sulit mencari bagian-bagian penting dari cerita.
Bidadari-Bidadari Surga, mengajarkan kita tentang arti kasih sayang, cinta, dan pengorbanan. Benar-benar recommended, deh!



           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar