BIDADARI-BIDADARI
SURGA
Data
buku
Judul
: Bidadari-Bidadari Surga
Penulis
: Tere Liye
Penerbit
: Penerbit Republika, Jakarta
Tahun
terbit : Cetakan XII, November 2012
Tebal
buku : vii+367 halaman
ISBN
: 978-979-1102-26-1
“Lais,
kau bantu Mamakmu menjaga adik-adik hingga Babak pulang dari mencari kumbang-”
Babak, (halaman 312).
Bidadari.
Ya, mungkin satu kata itulah yang tepat digunakan untuk menggambarkan sosok Kak
Laisa, tokoh utama dalam novel ini. Berhati mulia, rela mengorbankan apapun
demi keempat adiknya. Meskipun dia tidak sedarah daging dengan keempat adiknya,
Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta.
Kak
Laisa benar-benar tidak pernah melanggar janjinya kepada Babak. Dia terus
melakukan pengorbanan demi pengorbanan untuk adiknya, karena pada kenyataannya,
Babak tidak pernah kembali dari mencari kumbang.
Pengorbanannya
ini tidak bisa dibilang main-main. Laisa rela berhenti sekolah, hanya demi
adik-adiknya sekolah. Rela menerobos badai hujan di tengah malam, hanya untuk
minta pertolongan untuk Yashinta yang sedang sakit. Rela menyembunyikan rasa
sakit, demi tidak menangis di depan adik-adiknya. Bahkan Kak Laisa sanggup
menggantikan Ikanuri dan Wibisana, saat keduanya hampir diterkam harimau Gunung
Kendeng. Kak Laisa tidak pernah terlambat satu kali pun saat adik-adiknya
membutuhkannya.
Kisah
Kak Laisa dan keempat adiknya terus berlanjut, hingga mereka dewasa. Lagi-lagi,
Kak Laisa ikhlas ‘dilintasi’ oleh adik-adiknya dalam urusan pernikahan, padahal
di kampung mereka, hal ini dianggap aib dan tabu.
Setelah
Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta telah hidup masing-masing, barulah
Kak Laisa membutuhkan mereka berempat. Untuk yang pertama dan terakhir kalinya
dalam hidupnya. Dan mereka berempat sontak meninggalkan semua kegiatan dan
agenda. Berburu dengan waktu, pulang ke Lembah Lahambay.
Penulis
benar-benar berhasil mencampur adukkan perasaan pembaca. Banyak sekali bab yang
membuat air mata para pembaca tak terbendung lagi. Penulis dengan apiknya
merangkaikan tiap kejadian dengan alur maju-mundur, tanpa membuat pembaca
kebingungan dengan urutan kisahnya. Alur ini juga yang menurutku membuat
pembaca penasaran dan tak akan berhenti membaca sebelum mencapai halaman
terakhir. Dan bagusnya lagi, Tere Liye mengakhiri kisah ini dengan sentuhan ending
yang manis.
Mungkin
novel ini akan lebih baik jika diberi daftar isi, karena jujur, saat membuat
resensi ini, aku agak sulit mencari bagian-bagian penting dari cerita.
Bidadari-Bidadari
Surga, mengajarkan kita tentang arti kasih sayang, cinta, dan pengorbanan.
Benar-benar recommended, deh!
.jpg)